Kamis, 03 Desember 2015

Tingginya Permintaan Nila Merah Dalam dan Luar Negeri

Tingginya Permintaan Nila Merah Dalam dan Luar Negeri




Prospek Cerah. Menurut Ir.Suparmono, MM Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Sleman DIY, nila merupakan ikan masa depan yang memiliki prospek sangat cerah. Pasalnya sejak 5 tahun terakhir tren pertumbuhan nila cukup signifikan  dengan grafik peningkatan rata-rata 15% per tahun.

Data Dinas Perikanan Kab Sleman selama 2014 lalu mencatat dari 30 ribu ton ikan yang diproduksi 32% di antaranya ialah nila merah, mengikuti di bawahnya lele, gurame, bawal dan beberapa ikan lain. Itu menunjukan persentase nila mendapatkan porsi yang paling besar dikarenakan permintaan yang tinggi.

Dilihat dari permintaan yang ada dalam satu bulan permintaan akan benih nila bisa mencapai 250 ton, sebuah angka yang masih terlalu tinggi dari hasil produksi yang per hari baru mencapai 3-5 ton.

Sejak 2-3 tahun belakangan ini Suparmono melihat tren permintaan nila justru berada di ukuran 4,5,6,7 ( 1kg isi 4,5,6,7). Fenomena tersebut di akui Suparmono sangat menguntungkan petani karena ukuran nila yang di inginkan konsumen berukuran kecil sehingga nila dapat diproduksi lebih cepat.

Mengenai prospek usaha, hal senada juga dikatakan Komar Sumantadinata, Pakar ikan Nila dari Departemen Budidaya Perairan IPB Bogor, ia menatakan prospek budidaya ikan nila sangat besar mengingat ikan ini mudah dibudidayakan baik dalam kolam semen, kolam tanah atau keramba.

Selain itu produksi benih saat ini baru terpenuhi 70% untuk permintaan lokal. Sebagai gambaran setiap hari dibutuhkan sebanyak 5 ton benih ikan nila dari Sukabumi untuk dikirim ke Cirata, Jatiluhur, Subang dan Tasikmalaya Jawa Barat. Hal serupa juga terjadi pada usaha pembesaran, yang mana para peternak baru memenuhi 75% kebutuhan pasar lokal.

Pasar Luas. Benih ikan nila bisa dipasarkan ke para pembesar di daerah waduk-waduk keramba jaring apung, seperti Waduk Kedungombo Sragen, Gajah Mungkur Wonogiri dan Waduk Wabaslintang di Kebumen Jawa Tengah.

Sebetulnya pangsa pasar benih nila jika hasil produksinya mencukupi bisa di lempar hingga ke waduk-waduk atau danau di luar Pulau Jawa.  Menurut Suparmonodi daerah Sleman saja produksi benih dalam 1 tahun bisa mencapai 1 miliar di mana 25% di antaranya berupa benih nila yang sebagian besar selalu dijual ke luar Yogyakarta. Sedangkan untuk usaha pembesaran nila tak perlu khawatir, karena tidak ada istilah nila tak laku di pasaran. Suparmono melihat tumbuh suburnya restoran dan rumah makan Padang merupakan implikasi dari tingginya konsumsi nila.

Bahkan ada beberapa rumah makan Padang yang mengganti menu kepala kakap menjadi nila. Ia menambahkan Yogyakarta saja masih sangat kekurangan pasokan nila konsumsi padahal petani nila berada tak terpaut jarak yang jauh dari kota Jogja. Permintaan pasar ekspor yang tinggi juga merupakan salah satu sebab ikan nila untuk dalam negeri kerap mengalami kekurangan stok.

Hal tersebut membuat ceruk pasar ikan nila sangat terbuka lebar, persaingan usaha pun kini dianggap sebagai sesuatu yang tidak ada karena sesama pembenih maupun pembesar nila saling membantu untuk menutup permintaan yang per hari bisa mencapai 10 ton.  

Harga 1kg benih nila di pasaran berada di kisaran Rp 19-21 ribu begitu juga dengan harga nila konsumsi. Sedangkan nila ukuran 3-5cm usia 3 minggu di lempar ke pasaran dengan harga Rp 40 per ekor.



TOKO ONLINE IKAN SEGAR


HP. 081802786166

SMS/Whatsapp081802786166
PIN:
Fast Respon
(Yono)

0 komentar:

Posting Komentar